Eksresi adalah proses
pengeluaran zat sisa metabolisme baik berupa zat cair dan zat gas. Zat-zat sisa
zat sisa itu berupa urine(ginjal), keringat(kulit), empedu(hati), dan CO2(paru-paru). Zat-zat ini harus dikeluarkan dari tubuh karena
jika tidak dikeluarkan akan mengganggu bahkan meracuni tubuh. Selain ekskresi,
ada juga defekasi dan sekresi. Defekasi adalahpengeluaran zat
sisa hasil proses pencernaan berupa feses(tinja) melalui anus. Sedangkansekresi adalah pengeluaran oleh
sel dan kelenjar yang berupa getah dan masih digunakan oleh tubuh untuk proses
lainnya seperti enzim dan hormon.
![peta konsep sistem ekskresi pada manusia[8].jpg](file:///C:/Users/Acer/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.jpg)
A. Pendahuluan
Sistem ekskresi pada manusia melibatkan alat-alat
ekskresi yaitu ginjal, kulit, paru-paru, dan hati. Zat-zat sisa yang dikeluarkan
dari alat-alat tersebut
berasal dari proses metabolisme. Zat-zat sisa hasil proses dalam tubuh yang tidak dibutuhkan harus dikeluarkan karena dapat mengganggu, bahkan meracuni tubuh.
Organ-organ ekskresi pada manusia antara lain ginjal, kulit, hati, dan paru-paru. Ginjal mengeluarkan urine, kulit mengeluarkan keringat, paru-paru mengeluarkan karbondioksida, dan hati mengeluarkan zat warna empedu.
berasal dari proses metabolisme. Zat-zat sisa hasil proses dalam tubuh yang tidak dibutuhkan harus dikeluarkan karena dapat mengganggu, bahkan meracuni tubuh.
Organ-organ ekskresi pada manusia antara lain ginjal, kulit, hati, dan paru-paru. Ginjal mengeluarkan urine, kulit mengeluarkan keringat, paru-paru mengeluarkan karbondioksida, dan hati mengeluarkan zat warna empedu.
B. Ginjal
Ginjal manusia bentuknya seperti biji kacang
merah. Terletak di dalam rongga perut bagian belakang, di sebelah kanan kiri
tulang pinggang, sehingga sering disebut buah pinggang. Ginjal sebelah kanan
sedikit lebih rendah karena terdesak oleh hati. Setiap ginjal panjangnya 6 – 7½
sentimeter dan tebal 1½ - 2½ sentimeter. Pada orang dewasa beratnya kira-kira
140 gram. Perhatikan Gambar 1.1 yang memperlihatkan letak ginjal di rongga
perut!![Gambar 1.1 Letak ginjal di dalam rongga perut bagian belakang di sebelah kanan kiri tulang pinggang[9].jpg](file:///C:/Users/Acer/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.jpg)
![Gambar 1.1 Letak ginjal di dalam rongga perut bagian belakang di sebelah kanan kiri tulang pinggang[9].jpg](file:///C:/Users/Acer/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.jpg)
Apabila sebuah ginjal dipotong secara melintang
maka akan tampak tiga lapisan. Bagian luar disebut korteks atau kulit ginjal,
di bawahnya ada medula atau sumsum ginjal dan di bagian dalam berupa rongga
yang disebut pelvis
renalis atau rongga ginjal (lihat Gambar 1.2).
Fungsi ginjal yaitu menyaring darah dalam bentuk urin, mengatur keseimbangan air dalam tubuh, dan mengatur konsentrasi garam dalam darah.
Pada bagian korteks atau kulit ginjal terdapat glomerulus dan simpai Bowm
an. Glomerulus dan simpai Bowman membentuk kesatuan yang
disebut Badan Malpighi. Pada bagian inilah proses penyaringan darah dimulai.
Badan malpighi merupakan awal dari
nefron. Nefron adalah satuan struktural dan fungsional ginjal (lihat Gambar 1.3). Tiap ginjal tersusun oleh kira-kira 1 juta nefron. Dari badan Malpighi terbentuk saluran yang menuju bagian medula (sumsum ginjal).
Medula (sumsum ginjal) tersusun atas saluran-saluran yang merupakan kelanjutan badan malphigi dan saluran yang ada di bagian korteks.
Pelvis renalis atau rongga ginjal berupa rongga yang berfungsi sebagai penampung urine sementara sebelum dikeluarkan melalui ureter.
renalis atau rongga ginjal (lihat Gambar 1.2).
Fungsi ginjal yaitu menyaring darah dalam bentuk urin, mengatur keseimbangan air dalam tubuh, dan mengatur konsentrasi garam dalam darah.
Pada bagian korteks atau kulit ginjal terdapat glomerulus dan simpai Bowm
an. Glomerulus dan simpai Bowman membentuk kesatuan yang
disebut Badan Malpighi. Pada bagian inilah proses penyaringan darah dimulai.
Badan malpighi merupakan awal dari nefron. Nefron adalah satuan struktural dan fungsional ginjal (lihat Gambar 1.3). Tiap ginjal tersusun oleh kira-kira 1 juta nefron. Dari badan Malpighi terbentuk saluran yang menuju bagian medula (sumsum ginjal).
Medula (sumsum ginjal) tersusun atas saluran-saluran yang merupakan kelanjutan badan malphigi dan saluran yang ada di bagian korteks.
Pelvis renalis atau rongga ginjal berupa rongga yang berfungsi sebagai penampung urine sementara sebelum dikeluarkan melalui ureter.
Fungsi ginjal adalah menyaring darah sehingga
dihasilkan urine, melalui tiga tahapan. Tiga tahap pembentukan urine tersebut
adalah:
1. Filtrasi (Penyaringan)
Proses ini terjadi di glomerulus. Cairan yang
tersaring ditampung oleh simpai Bowman. Cairan tersebut tersusun oleh urea,
glukosa, air, ion-ion anorganik seperti natrium kalium, kalsium, dan klor.
Darah dan protein tetap tinggal di dalam kapiler darah karena tidak dapat
menembus pori–pori glomerulus.Cairan yang tertampung di simpai Bowman disebut
urine primer. Selama 24 jam darah
yang tersaring dapat mencapai 170 liter.
yang tersaring dapat mencapai 170 liter.
2. Reabsorbsi (Penyerapan
Kembali)
Proses ini terjadi di tubulus kontortus
proksimal. Proses yang terjadi adalah penyerapan kembali zat-zat yang masih
dapat diperlukan oleh tubuh. Zat
yang diserap kembali adalah glukosa, air, asam amino dan ion-ion anorganik. Sedangkan urea hanya sedikit diserap kembali. Cairan yang dihasilkan dari proses reabsorbsi disebut urine sekunder.
yang diserap kembali adalah glukosa, air, asam amino dan ion-ion anorganik. Sedangkan urea hanya sedikit diserap kembali. Cairan yang dihasilkan dari proses reabsorbsi disebut urine sekunder.
3. Augmentasi
(Pengumpulan)
Proses ini terjadi di tubulus kontortus distal
dan juga di saluran pengumpul. Pada bagian ini terjadi pengumpulan cairan dari
proses sebelumnya. Di bagian ini juga masih terjadi penyerapan ion natrium,
klor serta urea. Cairan yang dihasilkan sudah berupa urine sesungguhnya, yang
kemudian disalurkan ke rongga ginjal.
Urine yang sudah terbentuk dan terkumpul di rongga ginjal dibuang keluar tubuh melalui ureter, kandung kemih dan uretra.
Proses pengeluaran urine disebabkan oleh adanya tekanan di dalam kandung kemih. Tekanan pada kandung kemih selain disebabkan oleh pengaruh saraf juga adanya kontraksi otot perut dan organ-organ yang menekan kandung kemih.
Jumlah urine yang dikeluarkan dalam sehari rata-rata 1-2 liter, tetapi dapat berubah tergantung dari jumlah cairan yang masuk. Urine yang normal berwarna bening orange pucat tanpa endapan, baunya tajam (pesing), sedikit asam terhadap lakmus (pH 6).
Urutan perjalanan urin adalah dari ginjal > ureter > kantong kemih > uretra
Urine yang sudah terbentuk dan terkumpul di rongga ginjal dibuang keluar tubuh melalui ureter, kandung kemih dan uretra.
Proses pengeluaran urine disebabkan oleh adanya tekanan di dalam kandung kemih. Tekanan pada kandung kemih selain disebabkan oleh pengaruh saraf juga adanya kontraksi otot perut dan organ-organ yang menekan kandung kemih.
Jumlah urine yang dikeluarkan dalam sehari rata-rata 1-2 liter, tetapi dapat berubah tergantung dari jumlah cairan yang masuk. Urine yang normal berwarna bening orange pucat tanpa endapan, baunya tajam (pesing), sedikit asam terhadap lakmus (pH 6).
Urutan perjalanan urin adalah dari ginjal > ureter > kantong kemih > uretra
C. Kulit
Kulit merupakan jaringan yang terdapat pada
bagian luar tubuh. Kulit memiliki banyak fungsi karena di dalamnya terdapat
berbagai jaringan.
1. Epidermis (Kulit Ari)
Epidermis tersusun oleh sejumlah lapisan sel yang
pada dasarnya terdiri atas dua lapisan yaitu:
a. Lapisan tanduk
Merupakan lapisan epidermis paling luar. Pada
lapisan ini tidak terdapat pembuluh darah dan serabut saraf, karena merupakan
sel-sel mati dan selalu mengelupas. Lapisan ini jelas sekali terlihat pada
telapak tangan dan telapak kaki.
b. Lapisan malpighi
Lapisan ini terdapat di bawah lapisan tanduk.
Sel-selnya terdapat pigmen yang menentukan warna kulit.
2. Dermis (Kulit Jangat)
Merupakan lapisan kulit di bawah epidermis, di
dalam lapisan ini terdapat beberapa jaringan yaitu:
1.
Kelenjar keringat, yang
berfungsi untuk menghasilkan keringat. Keringat tersebut bermuara pada
pori-pori kulit.
2.
Kelenjar minyak, yang
berfungsi untuk menghasilkan minyak guna menjaga rambut tidak kering. Kelenjar
ini letaknya dekat akar rambut.
3.
Pembuluh darah, yang
berfungsi untuk mengedarkan darah ke semua sel atau jaringan termasuk akar
rambut.
4.
Ujung-ujung saraf. Ujung
saraf yang terdapat pada lapisan ini adalah ujung saraf perasa dan peraba.
3. Jaringan Ikat Bawah
Kulit
Di bagian ini terdapat jaringan lemak (adiposa).
Fungsinya antara lain untuk penahan suhu tubuh dan cadangan makanan.

Dengan adanya berbagai jaringan yang terdapat di dalamnya, maka kulit dapat berfungsi sebagai:

Dengan adanya berbagai jaringan yang terdapat di dalamnya, maka kulit dapat berfungsi sebagai:
1.
indra peraba dan perasa,
2.
pelindung tubuh terhadap
luka dan kuman,
3.
tempat pembentukan vitamin
D dari provitamin D dengan bantuan sinar ultraviolet cahaya matahari,
4.
penyimpan kelebihan lemak,
5.
pengatur suhu tubuh,
6.
Alat pengeluaran
(ekskresi) dalam bentuk keringat.
Dari berbagai fungsi tersebut yang berkaitan dengan sistem
ekskresi adalah kemampuan kulit sebagai pengatur suhu tubuh. Suhu tubuh diatur
oleh pusat pengatur panas di sumsum lanjutan agar konstan 36o – 37,5o C. Bila suhu
badan meningkat, maka kapiler darah melebar, kulit menjadi panas dan kelebihan
panas dipancarkan ke kelenjar keringat. Sehingga terjadi penguapan cairan dalam
bentuk keringat pada permukaan tubuh. Sebaliknya bila tubuh merasa kedinginan,
pembuluh darah mengkerut, kulit menjadi pucat dan dingin, keringat dibatasi
pengeluarannya.
Keringat yang dikeluarkan oleh kelenjar keringat berisi larutan garam, urea dan air. Banyaknya keringat yang dikeluarkan tergantung dari beberapa faktor antara lain aktivitas tubuh, suhu lingkungan, makanan, kesehatan dan emosi.
Keringat yang dikeluarkan oleh kelenjar keringat berisi larutan garam, urea dan air. Banyaknya keringat yang dikeluarkan tergantung dari beberapa faktor antara lain aktivitas tubuh, suhu lingkungan, makanan, kesehatan dan emosi.
Selain berfungsi sebagai
alat pernapasan, paru-paru juga berfungsi sebagai alat ekskresi. Zat sisa yang
dikeluarkan oleh paru-paru adalah karbondioksida dan uap air.
Proses pengikatan O2 dan pelepasan CO2 oleh darah
terjadi di dalam alveolus. Alveolus merupakan bagian dari paru-paru yang berupa
gelembung-gelembung kecil.
E. Hati
rgan hati sudah kita singgung pada pokok bahasan sistem
pencernaan. Kalian tentu masih ingat beberapa fungsi hati
bukan? Dari beberapa fungsi hati, yang terkait dengan fungsi ekskresi adalah:
1. Menghasilkan Getah
Empedu
Getah empedu dihasilkan dari
hasil perombakan sel darah merah. Getah ini ditampung di dalam kantung empedu
kemudian disalurkan ke usus 12 jari.Getah empedu pada dasarnya terdiri atas dua komponen yaitu garam empedu dan zat warna empedu. Garam empedu berfungsi dalam proses pencernaan
makanan yaitu untuk mengemulsi lemak. Sedangkan zat warna empedu tidak berfungsi sehingga harus diekskresikan. Zat warna empedu yang diekskresikan ke usus 12 jari, sebagian menjadi sterkobilin, yaitu zat yang mewarnai feses dan beberapa diserap kembali oleh darah dibuang melalui ginjal sehingga membuat warna pada urine yang disebut urobilin. Kedua zat ini mengakibatkan warna feses dan urine kuning kecoklatan.
2. Menghasilkan Urea
Urea adalah salah satu zat hasil perombakan
protein. Karena zat ini beracun bagi tubuh maka harus dibuang keluar tubuh.
Dari hati urea diangkut ke ginjal untuk dikeluarkan bersama urine.
Fungsi hati lainnya adalah mengatur kadar gula dalam darah, membunuh kuman dan racun yang masuk ke tubuh, sebagai tempat pembentukan protrombin dan fibrinogen, dan tempat pengubahan provitamin A menjadi vitamin A.
Fungsi hati lainnya adalah mengatur kadar gula dalam darah, membunuh kuman dan racun yang masuk ke tubuh, sebagai tempat pembentukan protrombin dan fibrinogen, dan tempat pengubahan provitamin A menjadi vitamin A.
F. Kelainan dan Penyakit pada Sistem Ekskresi
1. Gagal Ginjal
Gagal ginjal adalah kelainan
ginjal yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya (sebagai alat penyaring
darah). Ada dua macam gagal ginjal yaitu gagal ginjal yang bersifat sementara
dan gagal ginjal tetap.Penderita gagal ginjal sementara dapat ditolong dengan cuci darah secara berkala. Dengan menggunakan alat yang disebut dialisator darah dari penderita dikeluarkan dari arteri (tabung atas), melewati perangkap gelembung, dan masuk ke dalam ginjal tiruan. Darah yang sudah dimurnikan keluar dari ginjal
buatan (bawah), dan dikembalikan ke urat dalam lengan (tabung bawah).
Perhatikan Gambar 1.7 yang memperlihatkan alat dialisator tersebut.
Penderita gagal ginjal tetap dapat ditolong dengan mencangkok ginjal (Gambar 1.8). Ginjal sakit yang dimiliki penderita biasanya diambil. Arteri dan uratnya
diikat (agar putus hubungan), kecuali cabang yang berhubungan dengan kelenjar adrenal. Kemudian ginjal yang sakit tersebut diganti ginjal yang sehat
dari donor yang sesuai.

2. Batu Ginjal
Batu ginjal terbentuk karena adanya endapan garam
kalsium yang makin lama makin mengeras dan membesar. Endapan ini pada mulanya
terdapat Sistem Ekskresi pada Manusia 13 di rongga ginjal, kemudian terbawa
arus urine, juga
terdapat di ureter dan kantong kemih.
Batu ginjal dapat dihilangkan dengan beberapa cara antara lain dengan pengobatan, yaitu mengkonsumsi obat yang dapat menghancurkan batu ginjal. Namun bila dengan pengobatan sulit hancur dapat dilakukan dengan pembedahan untuk mengambil batu ginjal tersebut.
terdapat di ureter dan kantong kemih.
Batu ginjal dapat dihilangkan dengan beberapa cara antara lain dengan pengobatan, yaitu mengkonsumsi obat yang dapat menghancurkan batu ginjal. Namun bila dengan pengobatan sulit hancur dapat dilakukan dengan pembedahan untuk mengambil batu ginjal tersebut.
3. Diabetes Insipidus
Diabetes insipidus adalah suatu penyakit yang
penderitanya mengeluarkan urine terlalu banyak. Penyebab penyakit ini adalah
kekurangan hormon ADH (Anti Diuretic Hormone), yaitu hormon yang mempengaruhi
proses reabsorbsi cairan pada ginjal. Bila kekurangan hormon ADH, jumlah urine
dapat meningkat sampai 30 kali lipat.
4. Nefritis
Nefritis adalah peradangan pada nefron terutama
glomerulus. Penyebabnya adalah infeksi bakteri Streptococcus.
Ginjal

Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di
rongga perut sebelah kanan dan kiri ruas tulang belakang. Letak ginjal sebelah kiri
lebih tinggi dari ginjal sebelah kanan. Itu karena di atas ginjal sebelah kanan
terdapat hati yang berukuran besar. Bentuk
ginjal seperti biji kacang berwarna merah keunguan dengan panjang
sekitar 10 cm dan berat sekitar 200 gram. Ginjal dibungkus oleh semacam selaput
tipis yang disebut ‘kapsul’.
Fungsi ginjal:
(Selengkapnya baca artikel tentang 10 Fungsi Ginjal)
Fungsi ginjal:
(Selengkapnya baca artikel tentang 10 Fungsi Ginjal)
·
Menyaring zat-zat sisa
metabolisme dari dalam darah yang dikeluarkan dalam bentuk urin.
·
Mempertahankan dan
mengatur keseimbangan air dalam tubuh.
·
Menjaga tekanan osmosis
dengan cara mengatur konsentrasi garam dalam tubuh.
·
Mempertahankan
keseimbangan kadar asam dan basa dengan cara mengeluarkan kelebihan asam atau
basa melalui urin.
·
Mengeluarkan sisa-sisa
metabolisme seperti urea, kreatinin, dan amonia melalui urine.
1.
Korteks(kulit ginjal),
terdapat jutaan nefron yang terdiri dari badan malphigi. Badan malphigi
tersusun atas glomerulus yang diselubungi kapsula Bowman dan tubulus(saluran)
yang terdiri dari tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, dan
tubulus kolektivus.
2.
Medula(sumsum ginjal), terdiri
atas beberapa badan berbentuk kerucut(piramida). Di sini terdapat lengkung
henle yang menghubungkan tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus
distal.
3.
Rongga ginjal(pelvis),
merupakan tempat bermuaranya tubulus yaitu tempat penampungan urin sementara
yang akan dialirkan menuju kandung kemih melalui ureter dan dikeluarkan dari
tubuh melalui uretra.
Proses
pembentukan urine dalam bentuk skema:
Darah dari aorta menuju glomerulus(filtrasi atau penyaringan) protein tetap berada di pembuluh darah dan terbentuk urin primer yang mengandung air, garam, asam amino, glukosa dan urea >>> tubulus kontortus proksimal(reabsorpsi atau penyerapan kembali) menyerap glukosa, garam, air, dan asam amino. Terbentuk urin sekunder yang mengandung urea >>> tubulus kontortus distal(augmentasi atau pengeluaran zat) melepaskan zat-zat yang tidak berguna atau berlebihan ke dalam urin dan terbentuk urin sebenarnya >>> tubulus kolektivus >>> rongga ginjal >>> ureter >>> kandung kemih >>> uretra >>> urine keluar tubuh.
(untuk lebih jelasnya, lihat selengkapnya dalam gambar bagian-bagian dan anatomi ginjal)
Jadi, pembentukan urine dibagi menjadi 3 tahap, yaitu filtrasi(penyaringan), reabsorpsi(penyerapan kembali), dan augmentasi(pengeluaran zat).
Zat-zat yang terkandung dalam urin:
Darah dari aorta menuju glomerulus(filtrasi atau penyaringan) protein tetap berada di pembuluh darah dan terbentuk urin primer yang mengandung air, garam, asam amino, glukosa dan urea >>> tubulus kontortus proksimal(reabsorpsi atau penyerapan kembali) menyerap glukosa, garam, air, dan asam amino. Terbentuk urin sekunder yang mengandung urea >>> tubulus kontortus distal(augmentasi atau pengeluaran zat) melepaskan zat-zat yang tidak berguna atau berlebihan ke dalam urin dan terbentuk urin sebenarnya >>> tubulus kolektivus >>> rongga ginjal >>> ureter >>> kandung kemih >>> uretra >>> urine keluar tubuh.
(untuk lebih jelasnya, lihat selengkapnya dalam gambar bagian-bagian dan anatomi ginjal)
Jadi, pembentukan urine dibagi menjadi 3 tahap, yaitu filtrasi(penyaringan), reabsorpsi(penyerapan kembali), dan augmentasi(pengeluaran zat).
Zat-zat yang terkandung dalam urin:
·
Air. Kurang lebih 95%.
·
Urea, asam urat, dan
amonia dan merupakan sisa pembongkaran protein.
·
Empedu yang memberikan
warna kuning pada urine.
·
Garam.
·
Zat yang bersifat racun
atau berlebihan lainnya.
Faktor
yang memengaruhi jumlah urine yang keluar:
1.
Jumlah air yang diminum.
2.
Banyaknya garam yang harus
dikeluarkan dari darah agar osmosisnya seimbang.
3.
Pengaruh hormon
antidiuretik(ADH) atau hormon vasopresin. Yaitu hormon yang mengatur kadar air
dalam darah.
4.
Iklim/musim/cuaca. Ketika
musim hujan(dingin) produksi urin berlebihan, ketika musim kemarau(panas)
produksi urin berkurang.
5.
Stimulus atau saraf.
Gangguan
dan kelainan pada ginjal:
1. Uremia
|
tertimbunnya urea dalam darah
sehingga mengakibatkan keracunan.
|
2. Albuminuria
|
urine mengandung
albumin(protein) yang disebabkan oleh kerusakan pada glomerulus.
|
3. Diabetes insipidus
|
penyakit kekurangan hormon
vasopresin atau hormon antidiuretik(ADH) yang mengakibatkan hilangnya
kemampuan mereabsorpsi cairan. Akibatnya, penderita bisa mengeluarkan urine
berlimpah mencapai 20 liter.
|
4. Diabetes melitus
|
terdapat glukosa dalam urine.
Terjadi karena menurunnya hormon insulin yang dihasilkan pankreas.
|
5. Nefritis
|
gangguan pada ginjal karena
infeksi bakteri streptococcus sehingga protein masuk ke dalam urine.
|
6. Batu ginjal
|
adanya endapan garam kalsium di
dalam kantong kemih
|
7. Gagal ginjal
|
ginjal tidak dapat menjalankan
fungsinya dengan baik sehingga harus dibantu dengan cuci darah atau cangkok
ginjal.
|
8. Hematuria
|
urin mengandung darah karena
adanya kerusakan pada glomerulus.
|
Kulit
Kulit merupakan salah satu alat ekskresi. Karena
kulit mengeluarkan keringat. Keringat keluar melalui pori-pori kulit. Keringat
mengandung air dan garam-garam mineral.
Fungsi kulit:
Fungsi kulit:
·
Alat pengeluaran(ekskresi)
dalam bentuk keringat.
·
Pelindung tubuh dari
gangguan fisik(sinar, tekanan, dan suhu), gangguan biologis(jamur), dan
gangguan kimiawi.
·
Mengatur suhu badan.
·
Tempat pemberntukan
vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari.
·
Tempat menyimpan kelebihan
lemak.
·
Sebagai indra peraba.
Bagian-bagian
kulit:
1. Epidermis(lapisan kulit
ari)
Merupakan bagian terluar yang sangat tipis.
Bagian ini terdiri dari dua lapisan, yaitu:
a. Lapisan tanduk/stratum korneum
a. Lapisan tanduk/stratum korneum
·
Lapisan paling luar dan
tersusun dari sel yang telah mati.
·
Mudah terkelupas.
·
Tidak memiliki pembuluh
darah dan syaraf sehingga tidak terasa sakit dan tidak mengeluarkan darah bila
lapisan ini mengelupas.
b. Lapisan malpighi
·
Tersusun dari sel-sel
hidup.
·
Terdapat pigmen yang
memberikan warna kulit dan melindungi dari sinar matahari.
·
Terdapat ujung syaraf.
2. Dermis(lapisan kulit
jangat)
Lapisan dermis lebih tebal dibandingkan lapisan
epidermis. Di lapisan ini terdapat bagian-bagian berikut:
·
Pembuluh darah untuk
mengangkut zat-zat makanan ke rambut.
·
Kelenjar keringat
menghasilkan keringat yang dikeluarkan melalui pori-pori kulit.
·
Ujung syaraf. Yang terdiri
dari korpuskulus pacini(reseptor tekanan), korpuskulus meissner’s(reseptor
raba/sentuhan), korpuskulus ruffini(reseptor panas), reseptor rasa nyeri, dan
korpuskulus krause(reseptor dingin).
·
Kelenjar minyak.
Menghasilkan minyak yang berfungsi untuk meminyaki rambut dan kulit agar tidak
kering.
·
Kantong rambut merupakan
tempat tertanamnya akar rambut.
3. Jaringan bawah
kulit(subkutaneus)
Pada jaringan ini terdapat lemak yang berfungsi
menahan panas tubuh dan melindungi tubuh bagian dalam dari benturan.
(untuk lebih jelasnya, lihat selengkapnya dalam gambar bagian-bagian dan anatomi kulit)
Faktor-faktor pemicu keringat:
(untuk lebih jelasnya, lihat selengkapnya dalam gambar bagian-bagian dan anatomi kulit)
Faktor-faktor pemicu keringat:
1.
Peningkatan aktifitas
tubuh
2.
peningkatan suhu
lingkungan
3.
guncangan emosi
4.
syaraf
Gangguan
pada kulit:
Jerawat merupakan gangguan pada kelenjar minyak yang umumnya dialami oleh anak remaja.
Jerawat merupakan gangguan pada kelenjar minyak yang umumnya dialami oleh anak remaja.
1.
Scabies atau kudis
merupakan penyakit kulit karena tungau(Sarcoptes
scabies).
2.
Pruvitus kutanea merupakan penyakit kulit dengan gejala timbul
rasa gatal yang dipicu oleh iritasi saraf sensorik perifer.
3.
Eksim atau alergi
merupakan penyakit kulit karena infeksi atau iritasi bahan luar yang termakan
atau menyentuh kulit.
4.
Gangren adalah kelainan
pada kulit yang disebabkan oleh matinya sel-sel jaringan tubuh. Ini disebabkan
oleh suplai darah yang buruk di bagian tertentu salah satunya akibat penekanan
pada pembuluh darah tertentu(seperti balutan yang terlalu ketat).
Paru-Paru
Paru-paru juga merupakan salah satu alat
ekskresi. Karena paru-paru mengeluarkan gas CO2 dan uap air.
Fungsi paru-paru:
(Selengkapnya baca artikel tentang 10 Fungsi Paru-Paru)
Paru-paru berfungsi sebagai pertukaran oksigen dan karbondioksida yang tidak dibutuhkan tubuh. Selain itu masih banyak lagi fungsi paru-paru diantaranya penjaga keseimbangan asam basa tubuh. bila terjadi acidosis, maka tubuh akan mengkompensasi dengan mengeluarkan banyak karbondioksida yang bersifat asam ke luar tubuh.
Gangguan pada paru-paru:
Fungsi paru-paru:
(Selengkapnya baca artikel tentang 10 Fungsi Paru-Paru)
Paru-paru berfungsi sebagai pertukaran oksigen dan karbondioksida yang tidak dibutuhkan tubuh. Selain itu masih banyak lagi fungsi paru-paru diantaranya penjaga keseimbangan asam basa tubuh. bila terjadi acidosis, maka tubuh akan mengkompensasi dengan mengeluarkan banyak karbondioksida yang bersifat asam ke luar tubuh.
Gangguan pada paru-paru:
·
Asma atau sesak nafas.
Disebabkan alergi terhadap benda-benda asing yang masuk hidung.
·
Kanker paru-paru.
Disebabkan oleh kebiasaan merokok atau terlalu banyak menghirup debu asbes,
kromium, produk petroleum, dan radiasi ionisasi yang memengaruhi pertukaran das
di paru-paru.
·
Emfisema adalah penyakit
pembengkakan alveolus yang menyebabkan saluran pernafasan menyempit.
Hati
Hati merupakan salah satu alat ekskresi karena hati
mengeluarkan urea dan amonia ke luar tubuh. Hati terletak di rongga perut
bagian kanan di bawah diafragma. Hati berwarna merah tua kecoklatan dengan
berat sekitar 2 kg. (Selengkapnya baca artikel tentang Bagian-Bagian Alat Ekskresi Hati)
Fungsi hati:
·
Menyimpan glikogen(gula
otot) yang merupakan hasil pengubahan dari glukosa karena hormon insulin.
·
Menetralkan racun.
·
Membentuk protrombin(untuk
pembekuan darah).
·
Tempat pengubahan
provitamin A menjadi vitamin A.
·
Tempat pembentukan urea
dan amonia yang berasal dari pemecahan protein yang rusak yang selanjutnya
dikeluarkan dari tubuh melalui urin.
·
Tempat pembentukan sel
darah merah pada janin.
·
Sebagai organ ekskresi
yang bertugas merombak eritrosit(sel darah merah).
Gangguan
pada hati:
1.
Penyakit wilson merupakan
penyakit keturunan dengan kadar zat tembaga dalam tubuh yang berlebihan
sehingga mengakibatkan gangguan fungsi hati.
2.
Hepatitis merupakan radang
atau pembengkakan hati.
3.
Sirosis merupakan penyakit
hati yang kronis dan mengakibatkan guratan pada hati sehingga hati menjadi
tidak berfungsi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar